Membangun Nihongo Master: Platform Pembelajaran Bahasa Jepang Berbasis Ilmu Pengetahuan
Halo teman-teman! Selamat datang di blog saya. Hari ini, saya ingin berbagi pengalaman membangun proyek pribadi saya yang paling menantang dan memuaskan sejauh ini: Nihongo Master. Ini adalah platform pembelajaran bahasa Jepang yang dirancang khusus untuk persiapan JLPT (Japanese Language Proficiency Test) dengan menggunakan pendekatan yang berbasis ilmu pengetahuan tentang pembelajaran manusia.
Mari kita bahas step-by-step bagaimana proyek ini terwujud, mulai dari ide awal hingga peluncurannya.
๐ Latar Belakang: Mengapa Nihongo Master Dibuat?
Sebagai seseorang yang tertarik dengan bahasa Jepang, saya sering kesulitan menemukan platform belajar yang memadukan metodologi ilmiah dengan pengalaman pengguna yang menyenangkan. Banyak aplikasi pembelajaran hanya berfokus pada hafalan kosakata atau grammar dasar, tanpa memanfaatkan teknik-teknik ilmiah seperti:
- Spaced repetition,
- Active recall,
- Interleaving, dan
- Multimodal learning.
Saat mempersiapkan JLPT N5, saya menyadari bahwa pembelajaran bahasa Jepang membutuhkan pendekatan yang lebih terstruktur, interaktif, dan berbasis bukti penelitian. Dengan latar belakang saya sebagai software engineer, saya memutuskan untuk membangun platform saya sendiri.
Tujuan utamanya: membuat pengalaman belajar bahasa Jepang yang efektif, menyenangkan, dan didukung oleh riset ilmiah.
๐ Step 1: Perencanaan dan Riset (1โ2 Minggu)
Mengidentifikasi Kebutuhan Pengguna
Saya memulai dengan menganalisis struktur JLPT N5โN1, membaca riset tentang metode pembelajaran, termasuk penelitian Ebbinghaus tentang forgetting curve, serta mempelajari platform lain seperti Duolingo, Anki, dan Bunpro.
Merancang Arsitektur dan UI
Saya membuat mockup awal di Figma, meliputi:
- Study Hub
- Lessons
- Flashcards (3D animated)
- Quizzes
Memilih Tech Stack
Saya memilih teknologi yang paling sesuai:
- Next.js 15
- TypeScript
- Tailwind CSS
- Firebase (untuk MVP awal)
- LocalStorage (untuk tracking progres)
๐ Step 2: Setup Proyek dan Struktur Dasar (3โ5 Hari)
Setelah menentukan arah, saya memulai inisialisasi proyek:
npx create-next-app@latest jlpt-trainer --typescript --tailwind --app
cd jlpt-trainer
npm installsrc/
โโโ app/ # Routing & layout
โโโ components/ # Reusable UI components
โโโ lib/ # Utilities
โโโ data/ # JSON-based lesson & quiz data
Saya juga menyiapkan:
-
ESLint + Prettier
-
Turbopack
-
Vitest + Testing Library
๐จ Step 3: Membangun Komponen UI dan Layout (1โ2 Minggu)
Sistem Design
Saya menggunakan:
- Radix UI untuk komponen dasar
- Tailwind CSS untuk styling cepat
- next-themes untuk dark mode
Layout Utama
Saya merancang:
- Header responsif
- Sidebar opsional
- Footer minimalis
Komponen Interaktif
Fokus utama berada pada:
- FlashcardPlayer dengan animasi flip 3D via Framer Motion
- QuizPlayer
- ProgressTracker dengan localStorage
๐ง Step 4: Implementasi Logika Pembelajaran (2โ3 Minggu)
Algoritma Spaced Repetition
Saya mengimplementasikan algoritma interval berbasis performa:
const calculateNextReview = (currentInterval: number, performance: number) => {
if (performance > 0.8) {
return currentInterval _ 2.5;
} else if (performance > 0.6) {
return currentInterval _ 1.5;
} else {
return 1;
}
};Manajemen Data
- JSON untuk lesson, flashcards, dan quizzes
- Loader dinamis
- Feedback real-time untuk active recall
๐งช Step 5: Integrasi dan Testing (1 Minggu)
Testing
- Unit tests
- Component tests
- Integration tests
Optimasi Performa
- Code splitting
- Image optimization
- Bundle analysis
๐ Step 6: Deployment dan Launch (3โ5 Hari)
Platform dipublikasikan melalui:
- Vercel Deployment
- CI/CD GitHub Integration
- Monitoring error dan performa
โ ๏ธ Tantangan dan Solusi
1. Balancing Complexity vs Usability
Saya menyederhanakan UI tanpa mengorbankan metodologi ilmiah.
2. State Management Kompleks
Menggunakan React hooks + localStorage untuk persistensi.
3. Konten Pembelajaran
Butuh riset mendalam agar materi JLPT akurat.
โญ Hasil Akhir dan Dampaknya
Nihongo Master berhasil mencapai:
- Lighthouse score 95+
- FCP < 1.5s
- Bundle size < 200KB (gzipped)
Feedback awal dari pengguna sangat positif dan membantu banyak pelajar memahami materi JLPT dengan lebih terstruktur.
๐ Kesimpulan
Membangun Nihongo Master mengajarkan saya banyak hal tentang UX, evidence-based design, dan pengembangan edtech modern.
Proyek ini membuktikan bahwa teknologi dapat membuat pembelajaran bahasa Jepang jauh lebih efektif dan menyenangkan.
Jika Anda tertarik dengan dunia edtech atau sedang belajar bahasa Jepang, saya sangat merekomendasikan untuk mencoba Nihongo Master.
Apa pendapat Anda tentang metodologi pembelajaran ini? Silakan bagikan di komentar!